Esaunggul.ac.id  – Fenomena Citayam Fashion Week saat ini menjadi ruang ekspresi yang merupakan tindakan organik yang berkembang natural di masyarakat. Hampir seluruh anak muda saat ini ikut akan tren tersebut dengan datang langsung ke daerah Sudirman Central Bussines District (SCBD).  Dibalik ramainya fenomena tersebut terdapat konflik yang menjadi pusat perhatian yaitu terlalu bebas berekspresi sehingga lewatnya batas norma yang seharusnya dilkukan.

Anak muda yang terlibat di Citayam Fashion Week tersebut adalah pemimpin masa depan. Namun, karena terlalu bebas untuk berekspresi banyak anak muda yang tidak atau kurang memiliki arah. Kurangnya fasilitas yang diberikan kepada anak muda tersebut untuk mengajarkan norma merupakan masalah yang bisa menjadi semakin besar jika tidak diatasi secepat mungkin.

Fenomena tersebut bukti pentingnya ruang publik yang baik untuk memfasilitasi ekspresi anak muda yang baik.  Ruang publik bukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk dimiliki, melainkan keutuhan dasar bagi setiap kota. Dari sini bisa dijelaskan bahwa, ruang publik dengan fenomena tersebut bisa menggandeng komunitas, UMKN, dan lainnya. Ruang publik yang berkualitas menjadi wadah yang bisa mengekspresikan dan menuangkan kreatifitas anak muda lebih bernorma.

Perspektif Komunikasi massa diambil dari teori ruang publik. Mengutip dari teori ruang publik dari Habermas, ruang publik memiliki peran besar dalam sebuah proses demokrasi, sehingga di dalamnya semua orang bebas menyatakan argument dan sikapnya tanpa ada batasan dan perbedaan apapun. Prinsip – prinsip ranah publik melibatkan suatu diskusi terbuka tentang semua isu yang menjadi keprihatinan umum dimana argumentasi – argumentasi  diskrusif (bersifatl informal, dan tidak ketat diarahkan ketopik tertentu) digunakan untuk kepentingan umum bersama.

Baca juga: ABG Citayam aja Dapet Beasiswa, Kamu Juga Bisa loh Dapet Beasiswa di Esa Unggul!

Jadi, fenomena tersebut para anak muda jika dilihat dari perspektif komunikasi massa membutuhkan ruang public tetapi yang lebih berkualitas dan memfasilitasi akan ekspresi yang diberikan anak muda tersebut. Hal tersebut agar semua ekspresi tidak menyimpang norma – norma yang ada.

Sobat Unggul akan memahami teori komunikasi lainnya dengan bergabung menjadi mahasiswa/I Fikom Universitas Esa Unggul yang sudah terakreditasi A BAN PT. Terdapat empat peminatan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul yaitu, Public Relations, Journalism, Marketing Communications, dan Broadcasting.